Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Nasional

Gelar Seminar Kebangsaan, DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ingatkan Kesadaran Kolektif Merawat Persatuan

badge-check


					Gelar Seminar Kebangsaan, DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ingatkan Kesadaran Kolektif Merawat Persatuan Perbesar

WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPP GEMA Mathla’ul Anwar) menggelar Seminar Kebangsaan diakhir tahun 2024, dengan tema “Penguatan Peran Madrasah dan Generasi Muda Menjaga Semangat Toleransi dan Kebangsaan, Menuju Indonesia Emas 2045”, yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 31 Desember 2024, bertempat di Aula Perguruan Mathla’ul Anwar Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten.

Hadir menjadi Pembicara Utama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI yang dalam hal ini diwakilkan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT RI Brigjen Pol. Raden Ahmad Nurwahid. Selanjutnya pembicara pada Diskusi Panel adalah Guru Besar Bidang Kurikulum Madrasah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. H. Fauzan, MA dan Pendiri NII Crisis Center atau Pusat Rehabilitasi Korban NII Ken Setiawan, dengan moderator Dr. Destika Cahyana, SP, M.Sc dari DPP DPP GEMA Mathla’ul Anwar.

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar dalam sambutannya, menegaskan, Indonesia lahir dari keberagaman suku, agama dan bahasa, tapi atas dasar semangat persatuan, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga hari ini, Indonesia bisa mempertahankan semangat persatuan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia nya.

Berkebalikan dengan bangsa lain di dunia, meskipun dengan Agama, suku dan bahasa yg sama, tapi terpecah belah menjadi banyak negara, sebagai contoh negara-negara di Timur Tengah, Eropa dan Afrika”.

‎Ketua Umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi dalam laporannya mengatakan bahwa “GEMA Mathla’ul Anwar adalah bagian dari elemen muda bangsa Indonesia yang terus mengambil peran dan kontribusi aktif mewujudkan pembangunan generasi muda yang tangguh dan kreatif, guna tercapainya target Indonesia Emas di tahun 2045”.

‎Nawawi juga menjelaskan bahwa “Mathla’ul Anwar sebagai salah satu Ormas Islam tertua, sesuai dengan tiga tujuan besar didirikannya yaitu Dakwah, Pendidikan, dan Sosial, selama ini terus konsisten melaksanakan ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamaiin”, mengusung gerakan keislaman yang moderat dan toleran melalui dakwah dan kurikulum pendidikan madrasahnya, sebagai nilai penting yang diperjuangkan oleh Mathla’ul Anwar sejak berdirinya hingga saat ini”.

Kepala BNPT RI yang diwakilkan oleh Direktur Deradikalisasi, Brigjend Pol. R. Ahmad Nurwahid menyampaikan, madrasah melalui kurikulum dan guru di dalamnya dapat menjadi vaksin dari virus takfiri yang berbahaya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Nurwahid juga mengatakan, bahwa virus takfiri memiliki ciri diantaranya merasa paling benar sendiri, seraya mengkafirkan orang yang tidak sepemahaman dengan dia dan kelompoknya, yang dapat berujung pada gerakan radikalisme dan membangun kebencian di masyarakat, bangsa, dan negara.

“Virus takfiri dapat menyerang siapapun, Generasi muda hingga generasitua, Orang bodoh hingga terpelajar. Dan dalam posisi tersebut, maka madrasah dapat menjadi vaksin bagi siswa-siswanya agar tidak terjangkit,” kata Nurwahid.

“Keberhasilan Indonesia dalam penanganan terorisme disebut lebih menggunakan pendekatan kemanusiaan. Pemerintah menyadari bahwa terorisme tidak hanya lahir dari ideologi radikal semata, tetapi juga dari berbagai faktor sosial dan ekonomi. Kemiskinan, keterasingan, dan kurangnya pendidikan menjadi beberapa faktor yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk merekrut anggota baru meskipun pada beberapa kasus banyak juga pelaku teror berasal dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, pendekatan deradikalisasi tidak hanya menyasar ideologi, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup para mantan teroris”, ujar Nurwahid.

Di sisi lain, menurut Prof. Fauzan, madrasah dapat menghasilkan lulusan yang memiliki lima kompetensi, agar menjadi generasi tangguh termasuk menghadapi virus radikalisme. Kompetensi tersebut adalah mampu hidup di tengah kemajemukan masyarakat, mampu menjadi warga negara yang baik, mampu menggunakan teknologi digital, mampu belajar sepanjang hayat, dan mampu berakhlakul karimah. “Ketika lulusan madrasah memiliki kompetensi di atas, maka mereka akan menjadi generasi tangguh,” jelas Fauzan.

Sementara menurut Ken Setiawan, Guru madrasah dapat menjadi duta-duta yang mempromosikan agama Islam yang kompatibel dengan Pancasila. “Para teroris dulu dihadapkan pada pilihan hitam putih ikut Al Qur’an atau Pancasila? Guru madrasah dapat menjelaskan bahwa Pancasila adalah kesepakatan atau konsensus bersama para pendiri bangsa untuk hidup bersama di tengah keragaman. Posisinya mirip dengan Piagam Madinah yang dibuat nabi dan para sahabat-sahabatnya di Yastrib,” tutur Ken.

Selanjutnya Ken menjelaskan, remaja dan pemuda yang pintar serta baik sering terjebak dalam ajaran Islam yang palsu, karena bertemu dengan guru yang salah, dan hal inijauh lebih berbahaya daripada berteman dengan orang yang salah. Guru yang salah dapat mencuci otak muridnya dan memerintahkan mereka untuk melakukan tindakan kriminal, kekerasan, bahkan pembunuhan. Dalam beberapa kasus, mereka yang telah dicuci otaknya bahkan dapat menipu dan melawan orang tua mereka sendiri, namun di sisi lain, guru juga dapat menjadi pintu keluar dari ajaran Islam yang palsu menuju ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam konteks ini, peran guru sangat penting sebagai duta Islam yang rahmatan lil alamin, pungkas Ken.

Kegiatan Seminar Kebangsaan DPP GEMA Mathla’ul Anwar kali ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PB Mathla’ ul Anwar Mayjend TNI (Purn.) Wawan Ruswandi, Pj. Walikota Tangerang yang diwakili oleh Asda 2 bidang ekonomi dan pembangunan, Ketua PW Mathla’ul Anwar Banten, para Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Kota se Provinsi Banten, Perwakilan Pondok Pesantren dan Madrasah Mathla’ul Anwar se Provinsi Banten, Pengurus DPW GEMA Mathla’ul Anwar

Provinsi Banten, para ketua DPD GEMA Mathla’ul Anwar Kabupaten Kota se Provinsi Banten, dan perwakilan OKP Lintas Agama tingkat pusat, dan undangan lainnya.

 

Laporan : Wi

Baca Lainnya

Generasi Mudah Mathla’ul Anwar Apresiasi Pembukaan Segel Rumah Doa Jemaat Pouk Tesalonika di Kabupaten Tangerang

8 April 2026 - 10:43 WITA

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Apresiasi Kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

22 Februari 2026 - 22:11 WITA

Press Release DPP GEMA Mathla’ul Anwar: Kedudukan Polri Dibawah Komando Langsung Presiden Sesuai Amanat Reformasi

29 Januari 2026 - 05:08 WITA

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar dan Menteri Kehutanan Sepakati Pengembangan Best Practice Pengelolaan Mangrove di Mauk, Tangerang

16 Januari 2026 - 14:56 WITA

Trending di Nasional