Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Nasional

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar dan Menteri Kehutanan Sepakati Pengembangan Best Practice Pengelolaan Mangrove di Mauk, Tangerang

badge-check


					DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar dan Menteri Kehutanan Sepakati Pengembangan Best Practice Pengelolaan Mangrove di Mauk, Tangerang Perbesar

JAKARTA, HARIANPOS.ID – DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar dan Menteri Kehutanan Sepakati Pengembangan Best Practice Pengelolaan Mangrove di Mauk, Tangerang

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda (Gema) Mathla’ul Anwar yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Ahmad Nawawi, SSi, MM, melakukan audiensi dengan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis di bidang konservasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Audiensi tersebut berlangsung di kediaman Menteri Kehutanan di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Kamis (15/1) malam.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya organisasi kepemudaan berbasis keagamaan, untuk mendukung agenda nasional pelestarian hutan dan ekosistem pesisir. Pada audiensi tersebut, kedua pihak secara khusus membahas pengelolaan ekosistem mangrove sebagai salah satu prioritas strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, abrasi pantai, serta degradasi lingkungan pesisir.

Pada pertemuan tersebut, Ahmad Nawawi dan Raja Juli Antoni bersepakat menginisiasi dan mengembangkan best practice pengelolaan lahan mangrove di wilayah Mauk, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini dipilih karena memiliki nilai strategis baik secara ekologis maupun sosial, sekaligus menjadi lokasi di mana kader-kader Mathla’ul Anwar telah lama terlibat aktif dalam upaya perlindungan dan rehabilitasi mangrove. Di Mauk, seorang kader Mathla’ul Anwar bernama Ahmad Satibi telah mengkonservasi lahan mangrove dengan sebuah NGO bernama Mangrove Pesisir Utara Tangerang (MPUT).

Ketua Umum DPP Gema Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai model pengelolaan mangrove yang berbasis komunitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda. Program tersebut akan melibatkan kader-kader generasi muda Mathla’ul Anwar di Mauk Tangerang yang telah belasan tahun secara konsisten menjaga dan merawat kawasan mangrove, baik melalui penanaman, pemeliharaan, maupun edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar.

“Pengalaman panjang para kader di Mauk merupakan modal sosial yang sangat berharga. Apa yang telah mereka lakukan secara swadaya selama ini perlu ditata, diperkuat, dan didokumentasikan sebagai sebuah best practice yang sistematis,” ujar Ahmad Nawawi.

Selain melibatkan kader lokal, pengembangan best practice ini juga akan didukung oleh kader-kader Mathla’ul Anwar dari berbagai daerah di Indonesia yang telah memiliki pengalaman dan keahlian dalam pengelolaan serta konservasi mangrove. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi antarwilayah. “Kami memiliki kader yang secara personal berpengalaman terlibat mendukung restorasi mangrove,” kata Ahmad Nawawi.

Nawawi menyebutkan bahwa seorang kadernya bernama Syahroni, SP, telah lama bergelut membantu Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melestarikan mangrove di Kalimantan, Sumatera, dan Pantura melalui lembaga bernama Institut Agroekologi Indonesia (INAgri). “Prinsipnya semua sumberdaya yang berpengalaman membangun lokasi best practice untuk menjadi future practice pengelolaan mangrove,” kata Ahmad Nawawi.

Ahmad Nawawi menegaskan bahwa best practice pengelolaan mangrove di Mauk Tangerang diharapkan dapat menjadi model pembelajaran nasional bagi kader Mathla’ul Anwar di provinsi-provinsi lain, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki sumber daya mangrove namun menghadapi tekanan kerusakan lingkungan yang tinggi. Replikasi model ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung agenda konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Mathla’ul Anwar memiliki jaringan yang luas hingga ke daerah. Jika satu model berhasil dikembangkan dan direplikasi, maka dampaknya akan sangat signifikan, baik bagi lingkungan maupun bagi penguatan peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik inisiatif dan komitmen DPP Gema Mathla’ul Anwar dalam mendukung program konservasi mangrove nasional. Menurutnya, keberhasilan pelestarian ekosistem mangrove tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan generasi muda.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Mangrove bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga perlindungan pesisir, ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, serta kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Prinsipnya inisiatif tersebut didukung, tentu setelah melewati persyaratan yang legal,” ujar Raja Juli Antoni dalam audiensi tersebut.

Ia menekankan bahwa pengelolaan mangrove berbasis komunitas yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dapat menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial dan peningkatan kesadaran ekologis masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih konkret antara Kementerian Kehutanan dan DPP Gema Mathla’ul Anwar, tidak hanya dalam pengelolaan mangrove di Mauk Tangerang, tetapi juga dalam pengembangan program-program konservasi lingkungan lainnya di berbagai daerah.

Melalui pengembangan best practice ini, DPP Gema Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, memperkuat peran generasi muda, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Turut hadir dalam pertemuan mendampingi Ketua Umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar diantaranya Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup Dr. Uci Sulandari, M.Si dan Anggota Majelis Amanah Dr. Destika Cahyana, SP, M.Sc***

 

Laporan : Gan

Baca Lainnya

Press Release DPP GEMA Mathla’ul Anwar: Kedudukan Polri Dibawah Komando Langsung Presiden Sesuai Amanat Reformasi

29 Januari 2026 - 05:08 WITA

Generasi Muda Mathla’ul Anwar Dukung Perpol Nomor 10 Tahun 2025, Nilai Sejalan Dengan Aturan Sebelumnya

22 Desember 2025 - 12:06 WITA

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Gelar Dialog Kebangsaan Demokrasi Hijau dan Ketahanan Pangan

1 Desember 2025 - 17:59 WITA

GEMA Mathla’ul Anwar Sabet Juara Umum Badminton Proklamasi 51 Cup

2 November 2025 - 14:55 WITA

Trending di Nasional