WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi mendorong sistem informasi terpadu berbasis elektronik dalam pelayanan penyelenggaraan birokrasi dan pemerintahan.
Hal itu didorong melalui Penyusunan Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2024 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian pada Rabu (10/7) lalu.
Acara bertajuk Seminar Pendahuluan itu dilakukan sebagai upaya Pemda dalam menciptakan keterbukaan informasi kepada publik secara elektronik, serta efisiensi informasi dan kinerja pemerintahan.
Sekretaris Daerah (Sekda), Nadar melalui sambutannya mewakili Bupati Wakatobi pada kegiatan diselenggarakan di Aula Villa Nadila, Kecamatan Wangi-Wangi itu mengatakan, semangat SPBE yang dilakukan adalah supaya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik harus terpadu, menyeluruh, efisien, dan efektif.
Untuk mengimplementasikan hal itu, perlu ada satu platform yang terintegrasi antara setiap OPD dan instansi pemerintahan daerah yang menjadi acuan dan mudah diakses.
“Fenomena dimana semua kementerian lembaga kabupaten kota berlomba-lomba membuat aplikasi. Kalau kita kalkulasi dengan jari kita sudah tidak mampu kita menghitungnya. Itulah yang tidak terpadu dan tidak efisien, sehingga daerah tidak akan lagi membuat aplikasi aplikasi baru”, ucap Nadar.
“Kita juga menyadari bahwa semua negara saat ini harus berdaya sayang dan kompetitif dalam rangka penyelenggaraan dan pelayanan publik”, tambahnya.
Ungkapnya, survei membuktikan bahwa tingkat daya saing setiap negara ditentukan banyak faktor, namun disadari bahwa hal yang paling menentukan adalah sebesar apa kemampuan dalam digitalisasi.
Negara atau daerah yang memiliki daya saing tinggi sekarang adalah negara yang telah mampu menerapkan digitalisasi dalam sistem pemerintahan.
Ia pun menyebutkan, saat ini ada tiga negara yang paling unggul yang menjadi referensi dalam penerapan sistem informasi berbasis elektronik, yakni Estonia, Inggris, dan Australia.
Salah satu kata kunci yang membuat ketiga negara tersebut unggul ucap Nadar adalah mampu mengintegrasikan aplikasi aplikasi pelayanan.
Lanjut Nadar, Visi Indonesia 20 tahun kedepan menuju Indonesia Emas 2024 ialah mewujudkan negara Nusantara yang berdaya saing, maju, dan berkelanjutan.
Dari Visi besar negara itu Pemerintah pusat mengarahkan agar dapat diinternalisasi menjadi vis misi juga ditingkat daerah provinsi maupun kabupaten kota.
“Kitapun hari ini di Wakatobi sedang proses internalisasi visi itu dalam penyusunan RPJPD kita untuk tahun 2025-20245 dan telah dibahas dan disepakati bersama DPRD, visi daerah kita 20 tahun kedepan menjadikan Wakatobi sebagai Pusat Ekomaritim yang Sentosa,” tegasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Wakatobi, Salimuddin menerangkan, roh dari SPBE ini ada di Perpres nomor 95 tahun 2018 tentang Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dimana tujuannya adalah utk mewujudkan tatakelola pemerintahan yang bersih, transparan, efisien, efektif, akuntabel, pelayanan publik yg berkualitas, terpercaya dan terpadu.

Pembukaan Seminar Pendahuluan Penyusunan Dokumen Arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi Tahun 2024
Salimuddin mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini Pemda Wakatobi baru akan mengimplementasikan salah satu ruang lingkup SPBE yakni pada aspek tata kelolanya, yakni penyusunan arsitektur dan peta rencana SPBE.
“Hal ini juga merupakan amanah Perpres no 132 tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE,” katanya.
Untuk itu Salimuddin berharap setiap Kepala OPD dapat membangun kerjasama yg baik dengan mempermudah tim ahli yang akan berkunjung ke instansi masing-masing dalam pengambilan data agar penyusunan dokumen arsitektur dan peta rencana SPBE dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Laporan : Gan













