WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Presiden Kerukunan Keluarga (Kekar) Bajau, Abdul Manan mengajak seluruh warga suku Samma khususnya di Wakatobi untuk berperan dalam upaya pelestarian laut.
Menurutnya, status Wakatobi sebagai cagar biosfer harus dipertahankan bersama, dan Bajo adalah bagian yang tidak terpisahkan yang melekat pada status tersebut.
Lanjutnya, keberadaan etnis yang lebih populer dengan sebutan Bajo itu sejalan dengan Cagar Biosfer, dan jalur rempah di Asia Tenggara
“Bajau dan Cagar Biosfer adalah satu kesatuan, karena Bajau merupakan bagian yang penting dalam Cagar Biosfer,” tuturnya pada Rabu (1/5) di Pelabuhan Panggulubelo saat acara Deklarasi Suku Bajau.
Pria kelahiran Mola itu pun menghimbau agar masyarakat dapat melakukan pencarian biota dan penangkapan ikan yang ramah lingkungan demi kehidupan yang berkelanjutan dan masa depan generasi.
“Bila kia turun mencari dengan cara yang tidak baik, maka yg menderita juga adalah kita” ujarnya.
Ditempat yang sama, Bupati Wakatobi, Haliana mengatakan, Pemda sangat sadar jika suku Bajau adalah bagian yang penting bagi Wakatobi.
“Bajau adalah bagian yang penting bagi identitas berwakatobi,” katanya.
Olehnya ucap Haliana, saat ini Pemda tengah mengupayakan wilayah tinggal etnis pesisir itu.
“Kita telah menyediakan lahan pemukiman bagi masyarakat Bajo seluas 1,2 hektar, dan saat ini kita sedang mengusahakan lagi penambahannya,” tutupnya.
Laporan : Gan













