WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan Monitoring dan evaluasi program merdeka belajar beasiswa di Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Kota Baubau, Jumat (14/6/2024).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengetahui aktivitas dan keseriusan studi mahasiswa Wakatobi, juga memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas belajar dan dapat berkontribusi untuk daerah asalnya dikemudian hari.
Selain itu, memastikan mahasiswa betul-betul melakukan studinya dengan sebaik-baiknya dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan daerah.

Foto bersama mahasiswa Wakatobi yang kuliah di IAIN Kendari usai kegiatan monitoring program merdeka merdeka belajar Pemda Wakatobi
Hal itu diutarakan Kepala Bidang GTK Disdikbud Wakatobi, Nurmasi usai melakukan monitoring di Unidayan Baubau. Ia berharap selama studi mahasiswa dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengangkat dan mengharumkan nama Wakatobi.
“Tahun ini sudah yang ketiga kalinya program Merdeka Belajar berjalan di masa kepemimpinan Bupati Haliana, kita khususkan bagi yang memiliki prestasi akademik, maupun non akademik, serta memiliki karakter dan sikap yang bagus,” ujar Nurmasi.

Foto bersama mahasiswa Wakatobi yang kuliah di UHO Kendari usai melakukan monitoring program merdeka belajar beasiswa Pemda Wakatobi
Selaku Sekretaris Tim Verifikasi Program Merdeka Belajar Pemda Wakatobi, Nurmasi berharap dengan adanya beasiswa yang bersumber dari APBD Wakatobi, ada peningkatan kapasitas Sumber Daya Mahasiswa (SDM) dimasing-masing jurusan, khususnya 3 leading sektor Wakatobi, yakni perikanan dan kelautan, serta pariwisata, dan ketahanan pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Samsul Una selaku Wakil Rektor 4 Unidayan, Mahasiswa Unidayan yang berasal dari Kabupaten Wakatobi, dan beberapa dekan lainnya yang ada di Civitas Unidayan Baubau.
Nurmasi melanjutkan jika kegiatan serupa telah dilakukan juga di beberapa kampus di Kota Kendari diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).
Laporan : Gan













