KENDARI, HARIANPOS.ID – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam gerakan September hitam gelar cipta kondisi memperingati mendiang Randy-Yusuf di perempatan kampus, kelurahan lalolara, kecamatan Kambu, Kendari, Sultra, Minggu 15 September 2024.
Dalam gerakan September Hitam ini menampilkan pagelaran dua pocong, mural hingga poster dua mendiang mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas tertembak saat 26 September 2019 lalu.
Koordinator September Hitam, La Ode Muhammad Safaat mengatakan, aksi kali ini di inisiasi oleh sejumlah Mahasiswa yang sebelumnya pernah terlibat dalam gerakan September Hitam.
“Bahwa gerakan September Hitam itu di inisiasi teman-teman yang memang sudah rutin terlibat dari aksi September Hitam pertama,” kata safaat saat dihubungi media ini.
Lanjut, kata dia, aksi September Hitam ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 2021 hingga setelah itu terlaksana di tahun 2022 untuk kedua kalinya. Namun tak terlaksana di tahun 2023 disebabkan beberapa kesibukan. Hingga terlaksana kembali di tahun 2024 ini.
Sambungnya, aksi pagelaran dua pocong ini bermakna simbolik. Tujuannya untuk kembali mengingatkan bahwa pernah ada tragedi pada 2019 lalu yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo.
“Sebenarnya di aksi simbolik itu kita mau tunjukkan terhadap masyarakat bahwa memang di 2019 itu ada peristiwa,” Sambungnya.
Sementara itu, Safaat menegaskan, pihaknya tidak terlalu memikirkan tanggapan miring dari pandangan-pandangan segelintir orang mengenai kegiatan yang diselenggarakannya.
“Kalau saya mengabaikan. Saya selalu abaikan pandangan-pandangan negatif seperti itu. Saya tidak menyalakan persepsi teman-teman seperti itu,” pungkasnya.
Diketahui, pihaknya bakal terlibat dalam aksi September Hitam pada 26 September 2024 mendatang.
Laporan : Revamigusmewa













