BAUBAU, HARIANPOS.ID – Viralnya kasus guru honorer SDN 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) bernama Supriyani mendapat perhatian banyak publik. Bukannya di Konsel tetapi juga banyak kalangan dari kabupaten lain.
Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Adi Majun turut memberikan perhatiannya.
Kader KAMMI Baubau yang kini menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah Kepulauan Buton (PD Kepton) itu menyarankan agar sejumlah pihak memberikan ruang bagi proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Harapan kita sebagai masyarakat agar masalah ini berjalan dengan objektif, serta mempertimbangkan seluruh putusan dengan seadil adilnya,” terangnya.
“karena yang memicu kemarahan publik adalah indikasi adanya konflik kepentingan,” imbuhnya.
Pria kelahiran Tomia Kabupaten Wakatobi itu juga menyarankan agar publik terus mengawal kasus ini serta tidak terprovokasi dengan adanya isu-isu liar yang berpotensi memperkeruh suasana dimasyarakat.
Ia juga berharap keterlibatan pemerintah pusat untuk lebih maksimal dalam mengawal proses didik mendidik di Indonesia dengan melibatkan pihak kepolisian.
“Langkah yang diambil mentri pendidikan dasar dan menegah untuk bertemu dengan kapolri dan membahas masalah hukum yang melibatkan pelajar dan pembinan karakter agar tidak lagi terjadi kasus-kasus serupa” ujar Adi Majun pada media ini, Kamis (31/10/2024).
Laporan : Gan













