WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Diduga karena tidak mau diajak untuk mendukung salah satu Paslon di Wakatobi, seorang ibu WH (65) menjadi korban penganiayaan dari seorang oknum berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama AH yang saat ini bertugas staf tata usaha di MTsN 1 Wakatobi.
WH yang merupakan warga Kelurahan Wandoka Selatan Kecamatan Wangi-Wangi itu mendapat hantaman botol bensin yang mengakibatkan memar dan bengkak di wajah bagian kirinya pada Rabu (13/11/2024).
Saat ditemui awak media ini pada Kamis (14/11), WH mengaku sedang duduk di lokasi penjualan bensin milik Wa Pei. Kemudian AH datang dan mengarahkan WH untuk memilih salah satu pasangan calon Bupati Wakatobi, yakni paslon nomor urut 1 namun korban menolak dan tetap teguh pada pilihannya.
“Saya sedang duduk-duduk sambil bercanda di tempat penjualan bensin. Tiba-tiba, AH datang dan mengatakan saya harus memilih calon nomor 1 sambil mengangkat satu jari, tetapi saya menolak,” ucap WH.
WH menjelaskan bahwa setelah menolak mengikuti arahan AH, ia diusir dari lokasi penjualan bensin tersebut. Ketika ia beranjak pergi, AH langsung memukulnya dengan botol bensin.
“Setelah saya menolak arahannya, dan saat saya hendak pergi, ia langsung memukul saya dengan botol bensin,” lanjut WH.
Wanita yang hari-hari menjadi kuli kerikil itu kini tengah beristirahat dan belum melakukan aktivitas pencahariannya dikarenakan masih merasakan pusing di kepalanya akibat aksi pemukulan tersebut.
Saat ini korban telah melakukan laporan ke Polres Wakatobi dengan Laporan Polisi terkait tindak pidana penganiayaan, bernomor LP/B/97/XI/2024/Sultra/RES Wakatobi, tanggal 13 November 2024.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaku belum memberikan klarifikasinya.
Untuk diketahui Paslon Bupati di Wakatobi nomor Urut 1 adalah Hamirudin-Muh. Ali dengan akronim Harum, sementara Paslon Nomor 2 yakni Haliana-Safia Wualo berakronim BERHASIL.
Laporan : Gan













