WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Sejumlah pengusaha ikan dan gurita di Kabupaten Wakatobi keluhkan keberadaan KM Simba yang tidak memuat box milik mereka.
Hal itu terjadi pada hari Minggu (1/12/2024) saat jadwal KM Simba dengan rute Wanci-Kendari tidak mau memuat box ikan milik beberapa pengusaha lokal.
Seorang warga Anwar yang mendengar kabar jika box ikan milik adik sepupunya, Yamin, diturunkan dari KM Simba yang seharusnya berangkat hari ini, langsung mendatangi Dermaga Rakyat Wanci memastikan informasi tersebut.

“Box ini dikirim dari Kaledupa dan sudah tiba dari kemarin sore (30/11), langsung dimuat kemarin itu juga, uang buruh pun sudah dibayarkan. tiba-tiba hari ini diturunkan dan dipindahkan ke KM Al-Sudais,” terangnya.
Hingga saat ini, Anwar belum mendapatkan alasan terkait diturunkannya box ikan milik adik sepupunya itu. Disisi lain, box ikan yang baru tiba pagi ini (1/12) langsung dimuat dan diberangkatkan ke Kota Kendari.
Atas tindakan tersebut, Anwar pun kesal dengan sikap dari ABK dan Kompredor KM Simba, serta akan melakukan laporan terhadap manajemen kapal yang dinilai diskriminatif.
Hal serupa juga dirasakan Firman yang bertugas mengantar box ikan milik salah seorang pengusaha dari Desa Mola Utara, H Retno. Box ikan yang diangkutnya dengan kendaraan roda tiga itu mendapatkan penolakan untuk dimuat.
“Ada yang mengatakan karena Pilkada kemarin kami merah, makanya barang kami ditolak untuk dimuat,” ucap Firman.
Saat dikonfirmasi, H Retno membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku jika sejak semalam telah mendapatkan informasi serupa.
“Informasinya kami sudah dapat sejak semalam, tapi tetap kami packing karena memang besok jadwal kapal,” ujarnya.
“Pak Haji, hati-hati besok, ada kemungkinan barangnya pak haji tidak akan dimuat besok,” tambahnya menirukan informasi yang diterimanya.
Atas kejadian itu, pihaknya akan melakukan pengaduan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan pihak-pihak terkait.
“Nelayan kami bukan hanya dari Mola, ada juga dari Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Kalau kami tidak membeli ikan lagi, bagaimana nasib nelayan kami,” tegasnya.
Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak kompredor ataupun manajemen KM Simba.
Laporan : Gan













