Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Advetorial

HUT ke-22 Wakatobi sebagai Momentum Refleksi Sinergi Stakeholder untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan

badge-check


					HUT ke-22 Wakatobi sebagai Momentum Refleksi Sinergi Stakeholder untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Perbesar

WAKATOBI, HARIANPOS.ID – HUT ke-22 Wakatobi sebagai Momentum Refleksi Sinergi Stakeholder untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Wakatobi menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi menyeluruh terhadap perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Di usia yang masih tergolong muda, Wakatobi terus berupaya menata arah pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing sebagai daerah maritim unggulan di Sulawesi Tenggara.

Hari jadi yang diperingati setiap 22 Desember tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, melainkan juga sebagai ruang evaluasi atas capaian dan tantangan pembangunan yang dihadapi daerah.

Dengan mengusung tema “Bangun Sinergi, Membangun Harmoni”, Pemerintah Kabupaten Wakatobi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.

Selama 22 tahun perjalanannya, Kabupaten Wakatobi mencatat berbagai kemajuan di sejumlah sektor.

Sejumlah penghargaan dan pengakuan yang diraih di berbagai periode kepemimpinan menjadi indikator bahwa pembangunan daerah terus bergerak ke arah yang positif.

Salah satu capaian strategis yang mendapat perhatian pemerintah pusat adalah keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) yang telah mencapai 100 persen.

Capaian tersebut merupakan bagian dari program unggulan Wakatobi Sentosa di bawah kepemimpinan Bupati Wakatobi H. Haliana, SE bersama Wakil Bupati Hj. Safia Wualo, yang dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terkecuali.

Meski demikian, Pemerintah Daerah menyadari bahwa tantangan seperti penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, pelestarian lingkungan, serta peningkatan profesionalitas aparatur masih memerlukan kerja keras yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-22 tersebut, Pemerintah Kabupaten Wakatobi juga melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Wakatobi.

Bupati Haliana hadir langsung memimpin pengukuhan yang digelar di Alun-alun Merdeka Wangi-Wangi, Kamis (18/12/2025).

Pada kesempatan itu, Haliana mengimbau seluruh kepala desa agar berperan aktif membangun Wakatobi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia menegaskan bahwa desa merupakan wilayah teritorial pembentuk daerah, sementara kepala desa menjadi motor penggerak dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa yang turut menentukan wajah pembangunan kabupaten.

Bupati Wakatobi dua periode tersebut menekankan agar perencanaan pembangunan desa disusun sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Dengan demikian, desa benar-benar hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah serta mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD APDESI Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Alwi, menilai pengukuhan pengurus APDESI Kabupaten Wakatobi menjadi sangat istimewa karena merupakan bagian dari rangkaian HUT Wakatobi ke-22.

Ia berharap keberadaan APDESI dapat menjadi wadah bagi para kepala desa untuk saling mengingatkan agar bekerja secara profesional dan berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat desa.

Menurut Alwi, kehadiran APDESI juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat desa.

Melalui APDESI pula arus informasi dari pemerintah ke masyarakat desa dapat lebih cepat diterima.

“Informasi dan imbauan yang biasanya terlambat sampai dapat teratasi,” kata Bupati Haliana di Alun-alun Merdeka Wangi-Wangi, Kamis (18/12/2025).

Alwi menambahkan, APDESI merupakan organisasi perjuangan kepala desa yang telah mewarnai berbagai kebijakan strategis nasional, mulai dari terbitnya Undang-Undang Nomor 6 hingga revisinya menjadi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 yang memuat perpanjangan masa jabatan kepala desa, penguatan operasional, serta sejumlah kebijakan lainnya.

Peringatan HUT ke-22 Kabupaten Wakatobi turut dihadiri Bupati pertama Wakatobi sekaligus Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua.

Ia menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Wakatobi di tengah dinamika pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Menurut Hugua, Wakatobi yang masih berusia relatif muda memiliki potensi besar yang harus dikelola secara bijak dan bertanggung jawab agar mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Wakatobi secara khusus dan Sulawesi Tenggara secara umum.

Ia juga mengingatkan agar capaian pembangunan tidak membuat pemerintah daerah lengah terhadap berbagai kekurangan yang masih ada.

Hugua menekankan bahwa pembangunan harus dijalankan dengan prinsip keberlanjutan dan membutuhkan sinergi maksimal seluruh stakeholder.

“Jika seluruh pihak dapat berkolaborasi secara optimal, insya Allah peningkatan pembangunan di seluruh sektor dapat terwujud bersama di Kabupaten Wakatobi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Bupati Haliana menegaskan bahwa setiap momentum hari jadi merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bersama.

Hal-hal yang telah berjalan baik akan terus ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan akan diperbaiki secara kolektif.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wakatobi atas kontribusi dan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, capaian pembangunan yang diraih saat ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pemerintah desa, dan seluruh lapisan masyarakat.

Haliana berharap soliditas dan semangat kebersamaan dapat terus dijaga sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks demi mewujudkan Kabupaten Wakatobi yang berkelanjutan. (ADV)

Baca Lainnya

Gelar GPM, Ketahanan Pangan Wakatobi Sediakan Beras SPHP Lima Ribu Perkilo

16 Maret 2026 - 13:28 WITA

Terjadi Abrasi di Pantai Wambuliga, Balai Taman Nasional Lakukan Peninjauan Lokasi

23 Februari 2026 - 16:31 WITA

Menjaga Sejarah Lewat Peta, KKN-T Unhas Digitalisasi Desa Wisata Liya Togo

10 Februari 2026 - 21:25 WITA

Hospitality Prima, Mahasiswa KKNT Unhas Bekali Generasi Muda Liya Togo Jadi Tour Guide Profesional

31 Januari 2026 - 19:16 WITA

Trending di Wakatobi