Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Wakatobi

Terjadi Abrasi di Pantai Wambuliga, Balai Taman Nasional Lakukan Peninjauan Lokasi

badge-check


					Terjadi Abrasi di Pantai Wambuliga, Balai Taman Nasional Lakukan Peninjauan Lokasi Perbesar

WAKATOBI, HARIANPOS.ID – Abrasi yang terjadi di Pantai Wambuliga Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara kini mengundang perhatian Balai Taman Nasional Kabupaten Wakatobi.

Kepala Seksi 1 Wangi-Wangi La Fasa bersama jajaran balai melakukan peninjauan serius kondisi pantai yang rusak dan dapat menimbulkan bahaya bagi warga setempat tersebut.

La Fasa mengatakan, kondisi pantai saat ini membutuhkan perhatian serius baik dari segi kebencanaan ataupun skala potensi daerah.

Beberapa lokasi pantai mengalami kerusakan yang cukup akibat aktifitas pengambilan pasir. Selain itu proses alami musim angin barat sehingga beberapa lokasi bisa mengalami abrasi.

“Sayang sekali kalau pantai ini rusak karena kita terlalu berlebihan melakukan pengambilan pasir, nanti ancaman akan mengakibatkan ancaman lain seperti ancaman gelombang yg tinggi,” terangnya pada Senin (23/2/2026).

Ucapnya, Wambuliga sebagai salah satu tempat yang menyajikan wisata Bahari tidak boleh dibiarkan keadaannya. Menurutnya Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata perlu segera mengambil tindakan untuk menghindari kerusakan dan bahaya yang lebih serius.

“Abrasi sudah mencapai 3-5 meter sehingga perlu dilakukan rehabilitasi di daerah pantai,” katanya.

Di tengah-tengah peninjauan lokasi, La Fasa juga mengajak warga dan pengamat lingkungan untuk melakukan upaya penyelamatan agar abrasi tidak sampai mengganggu atau membahayakan pemukim di wilayah sekitar.

“Pemerintah desa perlu melihat langsung kebutuhan masyarakat, pengambilan pasir di wilayah pantai perlu dihentikan dan sebaiknya dicarikan lokasi yg lain,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar ada upaya perbaikan seperti pembangunan talud pantai atau rehabilitasi pantai sehingga abrasi tidak mengancam pemukiman masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sombu, La Ndilu mengungkapkan jika abrasi sudah cukup meresahkan dan menjadi kekhawatiran serius warga.

Akibat dari rusaknya pesisir pantai, tidak sedikit pohon kelapa yang tumbang, bahkan perahu nelayan seringkali rusak akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang.

“Beberapa hari lalu ada perahu nelayan yang baru dikasih turun, paginya kita temukan sudah rusak tertimpa pohon kelapa,” ungkapnya.

 

Laporan : Gan

Baca Lainnya

Gelar GPM, Ketahanan Pangan Wakatobi Sediakan Beras SPHP Lima Ribu Perkilo

16 Maret 2026 - 13:28 WITA

Menjaga Sejarah Lewat Peta, KKN-T Unhas Digitalisasi Desa Wisata Liya Togo

10 Februari 2026 - 21:25 WITA

Hospitality Prima, Mahasiswa KKNT Unhas Bekali Generasi Muda Liya Togo Jadi Tour Guide Profesional

31 Januari 2026 - 19:16 WITA

Perkuat Potensi Desa Wisata Nasional, Mahasiswa KKNT Unhas Gelar Pelatihan Bahasa Inggris di Desa Liya Togo

15 Januari 2026 - 17:54 WITA

Trending di Wakatobi