Menu

Mode Gelap
Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul Canda Raffi Ahmad saat Anak Keduanya dapat Rp 1 M dari Ibunda Nagita Slavina Ayah Vanessa Angel Sebut Besannya Marah-marah dan Ungkit Biaya Pengasuhan Gala Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph Ben Joshua Sebut Ibunya Syok saat Dengar Hoaks soal Ia Ditangkap karena Narkoba Danang DA Resmi Menikah dengan Hemas Nura

Nasional

Pimpinan MPP KAMMI Kecam Larangan Retret di Magelang, Sebut Tidak Sesuai dengan UU

badge-check


					Pimpinan MPP KAMMI Kecam Larangan Retret di Magelang, Sebut Tidak Sesuai dengan UU Perbesar

JAKARTA, HARIANPOS.ID – Pimpinan Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengecam keras instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang melarang kepala daerah dari partai tersebut untuk menghadiri retret di Magelang. Menurutnya, larangan tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Megawati tidak bisa semena-mena melarang kepala daerah menghadiri acara yang bersifat edukatif dan reflektif. Ini adalah bentuk pembatasan hak yang tidak sesuai dengan konstitusi dan prinsip demokrasi,” ujar Khanif Nasukha, Pimpinan MPP KAMMI.

Pimpinan MPP Kammi menyebutkan larangan tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur kewenangan Pemerintah Pusat dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. Retret yang digelar di Magelang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab kepala daerah.

“Rakyat perlu melihat bahwa ini merupakan ujian bagi Kepala Daerah dari PDIP, apakah mereka akan patuh dan tunduk pada kepentingan rakyat atau hanya mengikuti arahan ketua umum partai semata,” tegasnya.

Ia melanjutkan, Megawati sebagai tokoh senior dalam dunia politik, sebaiknya mengambil sikap yang lebih bijak dengan mendukung upaya peningkatan kualitas kepemimpinan kepala daerah melalui berbagai kegiatan positif. Alih-alih melarang, Megawati dapat mendorong kadernya untuk aktif berpartisipasi dalam forum-forum yang membangun kapasitas kepemimpinan mereka demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Dengan demikian, PDIP dapat tetap menjadi partai yang relevan dan berkontribusi positif dalam membangun Indonesia.

“Acara ini justru menjadi ajang untuk memperkaya perspektif kepemimpinan, membangun karakter, dan menambah relasi, serta semangat kolaborasi antar kepala daerah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, retret kepala daerah akan dilaksanakan selama sepekan mulai dari 21 hingga 28 Februari 2025, di Akademi Militer Magelang. Hal itu sebagai bagian dari program pembekalan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Retreat ini menghadirkan beragam pemateri yang akan memberikan wawasan mendalam terkait tugas dan tanggung jawab kepala daerah. Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, setidaknya ada lima pokok utama yang menjadi fokus pembekalan mulai pemahaman tugas pokok kepala daerah, pemahaman astacita, membangun kedekatan emosional antar kepala daerah, pengelolaan anggaran daerah, dan ketahanan nasional serta wawasan kebangsaan.

 

Laporan : Gan

Baca Lainnya

Arogan !, Pol PP Copot Atribut Muktamar Mathla’ul Anwar Berdalih Intruksi Pimpinan, Irwandi : Ini Penghinaan, Walikota Harus Minta Maaf

9 April 2026 - 04:20 WITA

Generasi Mudah Mathla’ul Anwar Apresiasi Pembukaan Segel Rumah Doa Jemaat Pouk Tesalonika di Kabupaten Tangerang

8 April 2026 - 10:43 WITA

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Apresiasi Kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

22 Februari 2026 - 22:11 WITA

Press Release DPP GEMA Mathla’ul Anwar: Kedudukan Polri Dibawah Komando Langsung Presiden Sesuai Amanat Reformasi

29 Januari 2026 - 05:08 WITA

Trending di Nasional