JAKARTA, HARIANPOS.ID – Generasi Muda Mathla’ul Anwar melalui Ketua Umum Ahmad Nawawi pada Rabu (07/04/2026), menyampaikan apresiasi kepada para pihak, khususnya Kementrian Agama RI, yang telah membuka segel Rumah Doa Jemaat Tesalonika di Teluknaga Kabupaten.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak termasuk Kementrian Agama, Kementrian HAM, dan juga Pemerintah Daerah setempat yang sudah membuka kembali segel Rumah Doa Jemaat Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Kabupaten pada Senin (06/04/2026) kemarin”, kata Nawawi.
Lebih lanjut Nawawi menegaskan bahwa kebebasan menjalankan ibadah bagi masing masing pemeluk agama dijamin dan dilindungi oleh konstitusi negara, untuk itu semua pihak harus menghormati dan melaksanakan semangat toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama yang ada dalam konstitusi negara kita tersebut.
“Saya kembali mengingatkan kita semua, bahwa kebebasan menjalankan ibadah bagi masing masing pemeluk agama dijamin dan dilindungi oleh konstitusi negara, untuk itu semua pihak harus menghormati dan melaksanakan semangat toleransi yang ada dalam konstitusi negara kita tersebut,” kata Nawawi di sela-sela aktifitasnya untuk menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar itu.
Nawawi juga meminta bahwa pihak yang mayoritas bisa memposisikan diri sebagai pelindung bagi yang minoritas, karena perkara agama itu perkara keyakinan hati dan keimanan masing masing.
Kemarin di media sosial viral aksi penyegelan rumah doa jemaat Persatuan Oikumene Umat Kristiani (POUK) Tesalonika di Kecamatan Teluknaga, Tangerang. Dalam video viral terlihat sejumlah massa bersama anggota Satpol PP memasang tanda plang segel di bangunan tersebut. Peristiwa terjadi pada Jumat (3/4) usai ibadah Jumat Agung.
Penyegelan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), melalui Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI, Pdt. Etika Saragih, dilihat dari situs resmi PGI, Senin (6/4/2026).
Laporan : Gan













