MUNA, HARIANPOS.ID – Belum lama ini, Benteng Muna meraih rekor MURI sebagai benteng terluas di dunia. Luas benteng ini mencapai 165,9 hektare dengan panjang 8 km, mengalahkan rekor sebelumnya yang pegang Benteng Keraton Buton dengan luas kurang lebih 24 hektare.
Selain kedua benteng tersebut, ada pula benteng Liya yang juga tidak banyak diketahui juga berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Wakatobi dengan luas 52,9 hektare.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Kabid Kebudayaan Kabupaten Muna, Hadi Wahyudi mengatakan, Rekor MURI yang telah diraih membutuhkan proses yang cukup panjang. Sebab beberapa persyaratan harus dilengkapi untuk diajukan ke MURI.
Ungkapnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPCB Kemendikbud) sejak tahun 2018 telah melakukan pemetaan terhadap benteng Kota Wuna.
“Saya minta surat keterangan itu dari BPCB secara institusi dan berikanlah ke saya dan itulah yang saya lampirkan untuk diteruskan ke MURI untuk dilihat. Karena mereka juga butuh keterangan dari kementerian atau dinas terkait,” ungkapnya.
Kemudian tahun 2023 kawasan benteng telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Bupati Muna berdasarkan rekomendasi tim ahli Cagar Budaya. Dari data-data itu terlihat jika benteng Muna lebih luas dari benteng-benteng lainnya yang ada di dunia.
“Pengajuan benteng Kota Wuna ini sebagai benteng terluas di dunia berjalan selama kurang lebih satu tahun, mulai dari bulan Agustus tahun 2022 sampai Mei 2024,” terangnya.
Sehingga setelah mendapat Rekor MURI sebagai benteng terluas di dunia ini Hadi Wahyudi berharap pemerintah daerah bisa melakukan revitalisasi agar dapat lebih terlihat secara kasat mata. Mengingat benteng tersebut saat ini masih tertutup oleh selak belukar. Selain itu masyarakat juga diminta untuk ikut bersama-sama menjaga cagar budaya yang ada agar tetap terawat.











